Rabu, 12 Juni 2013

Geografi

11   1. Jika di jakarta terjadi gempa primer pada 12.14.25 dan gelombang sekunder pukul 12.15.55 kemungkinan episentrum gempa dari stasiun gempa di jakarta dgn menggunakan gambar:


2. Siklus Batuan Beku
 -> Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk akibat pembekuan magma pijar
  -> Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terbawa oleh air/angin dan mengendap (sedimentasi) di         tempat lain. Batuan sedimen berasal dari batuan beku
  -> Batuan Metamorf adalah jenis batuan yang mengalami perubahan dahsyat akibat suhu tinggi,        tekanan tinggi, maupun keduanya. Jenis batu ini dapat terbentuk dari batuan beku/batuan sedimen


3. Q = Jumlah rata-rata bulan kering   x 100 %
          Jumlah rata-rata bulan basah
       = 24  x 100 = 25% = iklim B (basah)
          96
        Menurut pengelompokan schmidt-fergusson iklim tersebut termasuk iklim B


4. IKLIM MATAHARI    > Membagi iklim berdasarkan letak lintang
       > Daerah Iklim tropis = 0° - 23½° LU/LS
      > Daerah Iklim subtropis = 23½° LU/LS - 40° LU/LS
      > Daerah iklim sedang = 40° LU/LS - 66½° LU/LS
      > Daerah iklim Dingin = 66½° LU/LS - 90° LU/LS

Iklim Junghuhn      > Membagi iklim berdasarkan tumbuhan yang hidup di suatu daerah
 > Daerah tropis ( 0-700 mdpl) = terdapat tanaman-tanaman seperti tebu, kelapa, coklat, dan lain-lain. Daerah disini sangat panas seperti di pesisir pantai (selain itu masih ada padi dan jagung).
 > Daerah subtropis (700-1500 mdpl) = terdapat tanaman-tanaman seperti teh dan kopi (perkebunan). Hampir mencapai bukit, biasanya dilakukan terasering didaerah ini.
 > Daerah sedang (1500-2500 mdpl) = Hutan Alpin tumbuh didaerah ini sudah semakin sedikit tanaman-tanaman yang tumbuh karena suhunya semakin dingin.
 > Daerah dingin (2500-3000 mdpl) = rumput-rumput kerdil saja yang dapat hidup karena suhu atau temperatur daerah ini sangat dingin (biasanya di pegunungan)





5. 


Skema: Evaporasi  > Kondensasi  > Awan  > Presipitasi ( didarat )
 Siklus sedang Hidrologi = Pertama-tama terjadi penguapan air laut (Evaporasi), lalu terjadi kondensasi (Proses pembentukkan awan), sehingga terbentuknya awan. Ketika awan sudah tidak dapat menampung air atau uap air (H²O) lagi, akan terjadi hujan didaratan (Presipitasi)