Sabtu, 29 Oktober 2016

ILMU BUDAYA DASAR IV

I. PROSA LAMA DAN PROSA BARU

A. Prosa Lama
Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sastra indonesia mulai ada. Adapun bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah:

1. Hikayat
Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

2. Sejarah
Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini situlis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh: sejarah melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.

3. Kisah
Kisah, adalah cerita tentang perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah abdullah ke Jedah.

4. Dongeng
Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut:

  • Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain. 
  • Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain. 
  • Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain. 
  • Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain. 
  • Parabel adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain. 
  • Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor. Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain. 
5. Cerita berbingkai
Cerita berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam.



B. Prosa Baru
Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:

1. Roman
Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.

Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  • Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
  • Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
  • Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
  • Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
  • Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.
2. Novel
Novel berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perubahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.
3. Cerpen
Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
4. Riwayat
Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara.
5. Kritik
Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.
6. Resensi
Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
7. Esai
Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll.


II. BIOGRAFI dan OTOBIOGRAFI


A. Biografi 
Biografi adalah suatu tulisan yang berisikan mengenai kisah tentang kehidupan suatu orang. Biografi sendiri menceritakan berdasarkan dari kegiatan hidupnya seseorang misalnya tanggal lahir, alamat, nama orang tua, riwayat pendidikan,peristiwa penting dalam kehidupan seseorang, atau peristiwa menarik kehidupan sehari-hari, jasa, hasil karya sampai meninggalnya seseorang.

B. Autobiografi/ Otobiografi
Autobiografi atau otobiografi adalah suatu tulisan yang ditulis dari subjeknya sendiri atau dapat dikatakan menulis biografi sendiri. Autobiografi menulis riwayat dirinya sendiri berdasarkan pengalaman yang dilewatinya / ingatan pengarang. Autobiografi biasanya lebih mengandalkan dokumen sebagai referensi tulisannya dan berbagai sudut pandang penulis.



III. CONTOH BIOGRAFI/ OTOBIOGRAFI TOKOH BUDAYA

Prof. Dr. Kuntowijoyo (1943-2005) dikenal sebagai seorang sejarawan, budayawan, maupun sastrawan yang sangat produktif. Ia banyak menulis tentang sejarah, sastra, budaya, maupun agama, juga cerpen, puisi dan novel, dan drama. Bahkan Ia masih produktif menulis buku ketika dalam keadaan sakit selama bertahun-tahun. Dalam keadaan sakitnya juga, yaitu ketidakmampuan bicara akibat penyakit yang menyerang otaknya, Ia masih diundang untuk mengisi seminar, dengan dibantu istrinya, Susilaningsih, yang membacakan makalah ketika presentasi.

Kuntowijoyo lahir di Sanden, Bantul, Yogyakarta pada 18 September 1943. Beliau mendapatkan pendidikan formal keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah di Ngawonggo, Klaten. Setelah itu melanjutkan sekolah di Klaten (SMP) dan Solo (SMA), melanjutkan kulah di Universitas Gadjah Mada dan lulus menjadi sarjana sejarah pada tahun 1969. Gelar MA diperoleh dari Universitas Connecticut, Amerika Serikat pada tahun 1974, yang disusul dengan gelar Ph.D Ilmu Sejarah dari Universitas Columbia pada tahun 1980, dengan disertasi tentang sejarah Madura yang berjudul Social Change in an Agrarian Society: Madura 1850-1940. Disertasinya sudah diterjemahkan dan diterbitkan dengan judul Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris: Madura 1850-1940.

Sejak SMA Ia sudah banyak membaca karya sastra baik karya penulis Indonesia maupun luar negeri seperti Karl May, Charles Dickens, dan Anton Chekov. Pada 1964 ia menulis novel pertamanya yang berjudul Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari, yang kemudian dimuat sebagai cerita bersambung di harian Djihad tahun 1966. Pada 1968, cerpennya yang berjudul Dilarang mencintai Bunga-bunga memperoleh hadiah pertama dari majalah Sastra.

Berbagai hadiah dan penghargaan atas karya-karyanya sudah Ia terima. Diantaranya, naskah dramanya yang berjudul Rumput-rumput Danau Bento memenangkan hadiah harapan dari BPTNI. Naskah drama lainnya, Topeng Kayu, pernah pula mendapatkan hadiah dari Dewan kesenian Jakarta pada 1973. Buku kumpulan cerita pendeknya yang juga diberi judul Dilarang Mencintai Bunga-bunga mendapat Penghargaan Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Cerpennya yang dimuat di Kompas juga mendapat penghargaan sebagai cerpen terbaik versi Harian Kompas pada 1995, 1996, 1997.

Kuntowijoyo mengabdi pada almamaternya, Universitas Gadjah Mada sebagai pengajar di Fakultas Sastra dan menjadi Guru Besar. Sebagai seorang akademisi Ia juga aktif menjadi pembicara, menulis, dan meneliti. Kumpulan tulisan tentang pemikirannya baik mengenai baik sejarah, ilmu sejarah, sosial, maupun budaya yang sudah diterbitkan Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi (1991), Budaya dan Masyarakat, Pengantar Ilmu Sejarah, Metodologi Sejarah, Dinamika Sejarah Umat Islam, Muslim Tanpa Masjid, Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas: Esai-esai Budaya dan Politik, Radikalisasi Petani: Esai-esai Sejarah, dan lain-lain.

Kuntowijoyo meninggal dunia pada 22 Februari 2005 di Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta akibat komplikasi penyakit sesak nafas, diare, dan ginjal setelah untuk beberapa tahun mengalami serangan virus meningo enchephalitis.



Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
https://ganangyulian.wordpress.com/2013/10/11/perbedaan-biografi-dan-autobiografi/
http://biografinya.blogspot.co.id/2011/08/kuntowijoyo.html

Rabu, 26 Oktober 2016

ILMU BUDAYA DASAR III

A. Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya.


Puisi termasuk seni sastra, sedangkan satra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian adalah cabang unsur kebudayaan. Jika diberi batasan, puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang asrtistik, estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

Figura bahasa
Kata-kata yang ambiquitas
Kata-kata berjiwa
Kata-kata yang konotatif, dan
Pengulangan

Dibalik kata-katanya yang padat, ekonomis, dan sukar dicerna maknanya itu, puisi berisi tentang potret kehidupan manusia. Puisi merupakan hasil penghayatan dan pengalaman penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistik.

B. Puisi kampusku
Kampusku

Kampusku yang kucinta
hari-hari kulewati dengan semangat
demi menuntut ilmu, demi masa depanku
yang kelak kuharap gemilang

tak terhitung hari aku masih di sini
kampusku selalu setia menemani
berbagai pengalaman yang kurasa
senang, sedih, lelah, bangga menjadi satu

walau tantangan akan selalu datang menghadang
akan selalu ku hadapi dengan tegar
demi senyum di wajah mereka
orang-orang yang ku cinta


Kamis, 20 Oktober 2016

Ilmu Budaya Dasar II

Kebudayaan Timur

Berbicara mengenai kepribadian bangsa timur kita pasti mengacu pada negara-negara yang ada di kawasan timur belahan bumi ini. Karakter atau ciri khas orang-orang timur biasanya dikenal sangat santun dan ramah. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang berlaku di dalam kehidupan mereka masing-masing. Maka dari itulah yang membedakan bangsa timur dengan bangsa barat.

Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.

Orang-orang timur mempunyai manner yang khas yang 
membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan keramah tamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.

Contohnya saja nilai kesopanan. Di beberapa negara di Asia ada cara dimana kita harus menundukkan/membungkukkan badan 90 derajat pada orang yang lebih tua atau mempunyai kedudukan yang lebih tinggi secara finansial maupun pendidikannya untuk menunjukkan rasa hormat kita. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Orang-orang timur juga sangat mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan yang bersifat pribadi.

Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. Bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.

Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. Bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.


Salah satu contohnya yaitu pada Negara Indonesia yang termasuk dari Bangsa Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat.

Negara Indonesia memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam bagian negara-negara yang ada dalam posisi benua asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran. Indonesia yang tergabung dari berbagai suku dan terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama. Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara barat, karena pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai dan gotong royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia.

Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.


Perubahan Kebudayaan


Di zaman yang sekarang ini, Indonesia yang merupakan bangsa yang berkebudayaan Timur, telah bergeser kebudayaanya ke arah budaya Barat. Penyebab perubahan dalam kebudayaan antara lain adalah pengaruh globalisasi, modernisasi, konsumenrisme, media masa, kebudayaan dalam negeri, kebudayaan asing dan narkoba. Pengaruh yang disebabkan oleh globalisasi misalnya pada generasi muda di Yogyakarta yang sudah banyak mengenal internet yang cakupannya sudah luas. Banyak pengaruh dari luar yang langsung saja bisa diterima (yang buruk) yang tidak cocok dengan kebudayaan mereka. Jika mereka tidak bisa memilah maka mereka akan terbawa dampak negatif dari internet itu. Lalu modernisasi misalnya dilakukan pada orang-orang yang ingin membangun rumahnya tidak lagi meminta bantuan pada tetangga atau saudaranya melainkan pada ahlinya/arsitektur. Hal ini menunjukkan berpindahnya cara tradisional ke cara yang modern yang praktis. Kemudian Konsumerisme contohnya pada kenaikan jumlah mall di kota-kota besar. Generasi muda di perkotaan cenderung mengikuti mode-mode yang trendi dan mereka selalu ingin memenuhi keinginannya. Media masa contohnya, penyebaran melalui televisi sebagai sarana informasi serta hiburan bisa mendatangkan dampak buruk bagi pemikiran yang menonton televisi, karena di televisi juga memperkenalkan budaya lain yang mungkin tidak sesuai dengan budaya timur. Kebudayaan dalam negeri misalnya pada pendatang baru di suatu daerah dari wilayah lain di Indonesia. Lalu kebudayaan asing, kebudayaan dari negara-negara maju/barat, misalnya kalau menonton MTV Asia, musik pop dan film populer yang ditayangkan dengan kesan bahwa cara hidup ini adalah mewah, keren dan trendi. Kemudian narkoba, salah satu bahaya yang terbesar yang dapat merusak kebudayaan, bisa merusak generasi muda.

Kepribadian orang-orang timur yang kental, 
menjadi berubah atau memudar saat masuk era globalisasi. Sekarang tugasnya generasi muda lah untuk mampu memunculkan kepribadian itu. Kita boleh saja menerima pengaruh globalisasi dari bangsa barat tapi kita jangan biarkan pengaruh bangsa barat dapat berubah kebiasaan orang-orang timur. Kita harus dapat mengontrol dan memfilterisasi budaya atau apa saja yang bisa kita contoh dari budaya luar, dengan begitu kebudayaan dan keaslian bangsa timur masih bisa kita jaga dan pertahankan di era globalisasi ini.




7 unsur kebudayaan universal menurut C. Kluckhohn

Menurut C. Kluckhohn dinyatakan bahwa setiap kebudayaan memiliki tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :

1. Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius. Contoh: 
Penganut agama Hindu misalnya, akan rutin bersembahyang di Pura, penganut agama Islam akan rutin sholat di Masjid, penganut agama Kristen dan Katolik akan rutin beribadah di Gereja.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Contoh: 
Misalnya, orang Indonesia cenderung mengelompokkan masyarakatnya berdasarkan umur. Dalam kehidupan sehari-hari, tampak perlakuan yang cukup berbeda terhadap anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Anak-anak dan remaja Indonesia diajarkan untuk berlaku sopan dan menghormati orang yang lebih tua.

3. Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Contoh: 
Melalui penelitian, manusia memiliki banyak pengetahuan baru tentang kehidupan, misalnya tentang penyakit. Ketika mengidap penyakit tertentu yang telah diketahui sebab dan pengobatannya, maka seseorang tidak akan menunjukkan perilaku yang menggambarkan tingkat kekhawatiran yang tinggi lagi, dibanding ketika tidak ada pengetahuan yang cukup tentang penyakit yang dideritanya.

4. Sistem mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus. contoh: S
eperti suku Badui dalam. Dalam aktivitas sehari-hari, mereka masih memberlakukan barter dan menggunakan prinsip semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan tradisi.

5. Sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Contoh: Sebelum gadget berkembang begitu pesat seperti saat ini, orang-orang lebih sering saling bertemu untuk berbagi kisah atau untuk urusan-urusan komunikasi lain. Sementara saat ini, tanpa bertemu pun, orang-orang sudah dapat berkomunikasi dengan baik. Bahkan mirisnya adalah, saat ini, orang-orang tidak lagi begitu peduli dengan lingkungan “nyata”nya, mereka lebih sering berkutat dengan gadget mereka dan tenggelam dalam kesibukan di dunia “maya”.

6. Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens. Contoh:
Misalnya, pada masyarakat Sunda terdapat tingkatan bahasa berdasarkan kehalusan maknanya. Masyarakat Sunda menggunakan tingkatan yang berbeda ketika menghadapi lawan bicara berdasarkan tingkat usia dan keakraban hubungan. Hal ini tampak dari penggunaan bahasa yang mereka gunakan terhadap orang yang lebih tua, terhadap teman sebaya, terhadap orang yang dikenal akrab, dan terhadap orang asing.

7. Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus. Contoh:
Kesenian Jepang “Oshibana” merupakan seni hias asal Jepang dengan menggunakan bahan daun atau bunga kering yang ditekan atau ditempel setelah dikeringkan. Esensi dari kerajinan ini adalah orang akan lebih teliti dan ulet, serta dapat mengubah sikap pengrajin menjadi lebih bijak secara filosofis. Jadi, hal ini juga dapat mempengaruhi tingkah laku bangsa Jepang. Ketika seseorang menjadi lebih bijak, maka ia akan lebih berhati-hati dalam menanggapi lawan bicaranya, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. Ia juga akan mampu berkomunikasi yang baik, yang sederhana, yang memudahkan lawan bicaranya untuk memahami apa yang ia sampaikan.


Karena sifat universalnya, suatu masyarakat se-primitif apa pun kebudayaannya, tetap memiliki ketujuh unsur budaya yang telah disebutkan. Yang membedakan hanya tingkat kompleksitasnya Semakin modern kebudayaan suatu masyarakat, maka tujuh unsur kebudayaan ini semakin berkembang. Keterkaitan satu sama lain juga makin rumit.


sumber:
https://zzzfadhlan.wordpress.com/2014/04/22/7-unsur-kebudayaan-universal-menurut-c-kluckhohn/

http://panjiapriyantooo.blogspot.co.id/2012/03/kebudayaan-timur.html

Selasa, 18 Oktober 2016

ILMU BUDAYA DASAR I

A.  Tujuan mempelajari ilmu budaya dasar menurut mahasiswa

Menurut saya, tujuan yang pertama dalam mempelajari ilmu budaya dasar adalah memperluas pandangan kita mengenai budaya itu sendiri, selama ini orang-orang awam menganggap kebudayaan pada umumnya berbentuk kesenian, seperti tarian, lukisan, musik, dan sebagainya, namun definisi sebenarnya dari sebuah budaya jauh lebih luas dari pada kesenian. Memang kesenian adalah salah satu bagian dari budaya suatu masyarakat, tapi menurut saya sendiri budaya adalah alat bagi individu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Tujuan yang kedua adalah memahami tentang budaya itu sendiri, bagaimana proses suatu budaya dapat membentuk individu yang berkaitan, bagaimana sebuah budaya dapat membentuk suatu masyarakat yang beragam, atau bagaimana proses budaya dapat mempengaruhi cara individu bersosialisasi. Karena budaya berkaitan erat dengan masyarakat, dan merupakan salah satu pembentuk karakteristik individu, maka penting bagi mahasiswa/i psikologi untuk mempelajari ilmu budaya dasar.





B. Budaya menurut para ahli


1. Soelaiman Soemardi & Selo Soemardjan menerangkan bahwa suatu kebudayaan merupakan buah atau hasil karya cipta & rasa masyarakat. Suatu kebudayaan memang mempunyai hubungan yang amat erat dengan perkembangan yang ada di masyarakat.


2. Menurut E.B. Taylor, Budaya ialah suatu keseluruhan yang kompleks meliputi kepercayaan, kesusilaan, seni, adat istiadat, hukum, kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang sering dipelajari oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat.


3. Menurut Jensen dan Trenholm, pengertian Budaya diartikan sebagai seperangkat norma, nilai, kepercayaan, adat-istiadat, aturan dan juga kode.


4. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


5. William H. Haviland mengatakan bahwa “ Kebudayaan merupakan seperangkat norma dan peraturan yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang apabila dilaksanakan anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan diterima semua masyarakat.






C. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur: ID, Ego, Super Ego


1. Sebagai gambaran umum, konsep id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang telah dimiliki sejak lahir. aspek kepribadian yang sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga id menjadi komponen utama kepribadian.


Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kepribadian yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan teori Id ialah refleks untuk berusaha untuk makan dan minum. Dimana ketika terjadi rasa lapar, efek yang terjadi pada tubuh yaitu timbulnya rasa lemas, sehingga dengan segera tubuh harus melakukan aktivitas makan dan minum yang secara tidak sadar dilakukan untuk mengatasi efek lapar tersebut. Melalui tindakan tersebut, secara otomatis tidak hanya rasa lapar tersebut dapat diredakan dan bahkan dapat dihilangkan tetapi juga rasa lemas itu pun dapat dihilangkan.


2. Sebagai gambaran umum, konsep ego adalah konsep yang mewakili logika dan yang dihubungkan dengan prinsip-prinsip realitas. Kalau Id tadi diterangkan sebagai sumber dari ketidaksadaran manusia, maka Ego menunjukkan sebaliknya ialah sumber rasa sadar.

Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kasus yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan konsep ego adalah memutuskan untuk melakukan tindakan yang tepat dalam menanggulangi rasa lapar tersebut, dengan berkomunikasi pada pihak yang bersangkutan maka ia akan memperoleh informasi, yang tentunya dapat memberikannya keyakinan untuk melakukan proses aktivitas selanjutnya. Misalnya bila dinilai lebih baik melakukan aktivitas pembelian karena dirasa lebih efisien, maka dilakukanlah aktivitas pembelian itu, sebagai respon untuk menanggulangi rasa lapar tersebut. Sehingga rasa lega akan tumbuh sebagai implikasi dari kebutuhan yang telah dipenuhi.


3. Super ego sebenarnya adalah kekuatan moral dari personalitas. Ia adalah sumber norma atau standar yang tidak sadar yang menilai dari semua aktivitas ego. Super ego menetapkan norma yang memungkinkan Ego memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Super ego membantu seseorang dengan menolong Ego melawan impuls Id.

Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kepribadian yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan konsep super ego adalah, lahirnya sebuah keyakinan karena aktivitas yang dilakukan sudah dirasa etis dan benar dan dapat diterima oleh masyarakat. Dalam kasus ini adalah ketika terjadi rasa lapar pada saat subjek tidak bisa membeli makanan, namun kemudian ada makanan milik orang lain yang terlihat oleh subjek, maka super ego akan bekerja dengan cara mempertanyakan kepemilikan makanan tersebut dahulu, namun pada kasus ini super ego akan selalu mendominasi, dan pada akhirnya subjek akan memilih aktivitas alternatif yang terbaik untuk menanggulangi rasa lapar tersebut, mengingat super ego lebih menekankan nilai-nilai moral yang ada.