Senin, 28 November 2016

ILMU BUDAYA DASAR VIII

TANGGUNG JAWAB

Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

1. Bentuk atau implementasi dari:

  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Contoh, Andi membaca sambil berjalan, lalu ia terjatuh, akibatnya ia harus beristirahat dirawat di rumah dan tidak sekolah. konsekuensi tidak bersekolah dan tinggal dirumah adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri.

  • Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, istri, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan. Contoh, seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal, dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, demi bertanggung jawab atas ketiga anaknya.

  • Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Contoh, seorang ketua RT yang menjabat saat itu di daerah tempat tinggalnya harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesejahteraan warganya. misalnya saja bila pada saat hari raya qurban, ketua RT setempat harus sudah mempunyai data warga miskin yang akan menerima santunan qurban. ketua RT juga harus sigap membantu bilamana ada warganya yang meninggal dunia

  • Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara. Contoh, menjadi pelajar yang menunaikan tugasnya dengan baik, seperti mendapatkan berbagai prestasi dan penghargaan dari berbagai negara, dan mengharumkan nama negaranya ke kancah internasional.

  • Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam-macam agama. Contoh, sebagai umat muslim, kita diperintahkan untuk shalat 5 waktu, beramal soleh, berbuat baik sesama manusia, dan berbuat baik kepada mahluk ciptaan Allah SWT. Semua yang diberikan Allah SWT sudah sepatutnya menimbulkan rasa tanggung jawab manusia kepada Allah SWT, tanggung jawab untuk menunaikan semua yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan yang dilarang-Nya. Tanggung jawab untuk menjalankan sholat 5 waktu dan amalan yang baik lainnya. Menjaga alam yang sudah diciptakan, diberikan Allah dengan sukarela, merawatnya untuk generasi selanjutnya adalah sebuah bentuk tanggung jawab dan ungkapan rasa bersyukur yang tiada tara kepada Allah SWT.



2. Jika anda seorang yang bertanggung jawab terhadap sebuah jabatan misalnya ketua kelas, apa yang akan anda lakukan jika diberikan tugas-tugas?

Sebagai ketua kelas yang baik, tentu saja saya akan memberitahukan tugas-tugas tersebut pada teman-teman saya terlebih dahulu, setelah itu saya akan mengerjakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya, kemudian mengumpulkan dan memberikannya sesuai instruksi dosen/ guru yang bersangkutan. 

Intinya, saya akan tetap menjalankan tanggung jawab saya sebagai ketua kelas dengan baik, namun tetap tidak melupakan tanggung jawab saya yang utama sebagai pelajar.

Jumat, 11 November 2016

ILMU BUDAYA DASAR VII

Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.

Pertanyaan: 


1. Bagaimana pandangan hidup anda pada masa depan?


    Pandangan hidup saya untuk masa depan adalah mengutamakan kebahagiaan orangtua dan saudara saya, dan juga meraih sukses yang saya inginkan. Sukses bukan dalam artian yang jauh seperti menjadi orang kaya raya yang memiliki kecukupan materi, melainkan sukses menyelesaikan suatu tujuan yang paling mudah dicapai terlebih dahulu, misalnya, sukses mendapat ipk yang memuaskan, kemudian sukses untuk lulus, sukses mendapatkan pekerjaan, dan sebagainya. Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana saya bisa melewatinya dengan perlahan dan stabil namun mencapai target sukses, tidak harus muluk-muluk dan terlalu jauh ke depan.

2. Apa yang menjadi cita-cita anda dalam hidup?

   Cita-cita saya cukup sederhana tidak ada yang terlalu ambisius, yang pertama membuat kedua orang tua bahagia dan bangga akan hal-hal yang saya capai, yang kedua saat saya membangun keluarga, saya harap keluarga saya dapat rukun dan saling menyayangi, yang ketiga dapat menikmati masa tua dengan tenang agar dapat beribadah pada Allah SWT dengan lebih maksimal.

3. Mengejar cita-cita harus diiringi dengan usaha dan perjuangan. Bagaimana jika anda menghadapi kendala dalam meraih cita-cita?

    Bertawakal dan berikhtiar, itu adalah 2 cara yang akan saya lakukan saat saya menghadapi kendala dalam meraih cita-cita saya, karena pada akhirnya saya hanya dapat berdoa dan berserah diri pada Allah, tapi saya tidak hanya berdiam diri, saya juga akan terus berusaha mencoba melewati dan mencari solusi atas kendala-kendala tersebut.

Jumat, 04 November 2016

ILMU BUDAYA DASAR VI

I. Keadilan Menurut Beberapa Ahli

· Pengertian keadilan menurut Frans Magnis Suseno ialah keadaan antar manusia yang diperlakukan dengan sama, yang sesuai dengan hak serta kewajibannya masing-masing.

· Pengertian keadilan menurut W.J.S Poerwadarminto ialah tidak berat sebelah yang artinya seimbang, dan yang sepatutnya tidak sewenang-wenang.

· Pengertian keadilan menurut Thomas Hubbes ialah sesuatu perbuatan yang dikatakan adil jika telah didasarkan pada suatu perjanjian yang telah disepakati.



II. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukkan bahwa manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat Indonesia. Keadilan sosial memiliki unsur pemerataan, persamaan dan kebebasan yang bersifat komunal.

Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Nilai keadilan sosial mengamatkan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama dan bahwa semua orang sama di hadapan hukum.

Pancasila sila kelima, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mempunyai makna bahwa seluruh rakyat Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil baik dalam bidang hukum, politik, ekonomi, kebudayaan, maupun kebutuhan spiritual dan rohani sehingga tercipta masyarakat yang adil dan makmur dalam pelaksanaan kehidupan bernegara. Di dalam sila kelima intinya bahwa adanya persamaan manusia di dalam kehidupan bermasyarakat, tidak ada perbedaan kedudukkan ataupun strata di dalamnya, semua masyarakat mendapatkan hak-hak yang seharusnya diperoleh dengan adil.


III. Sikap Memberi Pertolongan pada Orang Lain merupakan salah satu bentuk dari keadilan sosial, apakah anda pernah membantu orang lain? (tanpa mengharapkan imbalan)

Pernah suatu ketika pada malam hari sekitar pukul 10 malam, saya menaiki kereta jurusan depok. Saat sampai di stasiun Manggarai, saya melihat seorang nenek yang sedikit bongkok dan tampaknya sudah cukup tua, masuk ke dalam gerbong wanita membawa kardus besar yang entah apa isinya, tapi kelihatannya lumayan berat. Saat sampai di stasiun depok baru, saya berdiri dan hendak turun, tapi ternyata nenek tersebut turun di stasiun yang sama dengan saya, ia berdiri di pintu yang berbeda dengan saya. 
Karena malam itu sepi dan kelihatannya tidak ada orang yang berinisiatif membantu nenek tersebut, maka saya pindah dari tempat saya berdiri, ke pintu dimana nenek tersebut berdiri. Beberapa saat sebelum pintu kereta terbuka, dengan cepat saya mengangkat kardus tersebut, awalnya nenek itu menolak bantuan saya, dia bilang “aduuh nggak usah neng! Berat itu kardusnya!”, saya tersenyum dan membalas “nggak apa-apa bu, nanti turunnya susah”. Pasalnya, di stasiun depok baru memang jarak antara pijakan untuk menaiki kereta dengan gerbong kereta lumayan tinggi, saat pintu gerbong terbuka saya membantunya menuruni gerbong dan menaruh kardus tersebut di tempat yang aman, nenek tersebut tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada saya dalam bahasa sunda.

Hal tersebut saya lakukan tanpa mengharapkan imbalan sama sekali, ibu saya berpesan pada saya untuk membantu orang yang membutuhkan bantuan, terutama para lansia, ibu saya selalu menyuruh saya untuk membayangkan kalau lansia tersebut adalah ibu atau ayah saya kelak, karena apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai, maka itu kita harus berbaik hati dan menolong sesama, karena perbuatan baik kita akan dibalas dengan kebaikan dari Tuhan.

Selasa, 01 November 2016

ILMU BUDAYA DASAR V

Manusia dan Tanggung Jawab

Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang di perankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.

Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:

a) Kewajiban terbatas

b) Kewajiban tidak terbatas

Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.

Macam-Macam Tanggung Jawab

Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri. Contoh: sebagai mahasiswa saya harus dapat memenuhi kewajiban saya untuk mengerjakan tugas, dengan demikian diharapkan saya sendiri dapat memahami materi dari tugas yang saya kerjakan.

2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Contoh: sebagai anggota keluarga, saya harus bisa menjaga dan mengangkat nama baik serta martabat keluarga, salah satunya adalah dengan meraih pendidikan setinggi mungkin.

3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut. Contoh: sebagai anggota masyarakat ditempat tinggal, kita harus memenuhi kewajiban membayar iuran, mengikuti kegiatan kerja bakti, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara

Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya. Contoh: sebagai contoh sederhana kita harus menaati peraturan/hukum yang berlaku di negara kita serta menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Seperti menaati peraturan lalu lintas, membayar pajak tepat waktu, memiliki dokumen-dokumen negara yang sah, dan sebagainya.

5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan

Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggung jawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggung jawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Contoh: sebagai umat-Nya, kita harus menaati aturan-aturanNya dan menjauhi larangan-Nya, dengan demikian baru kita bisa dikatakan bertanggung jawab kepada Allah SWT.





sumber: 
https://debbychintyatari.wordpress.com/2013/05/12/hubungan-manusia-dan-tanggung-jawab/