Kebudayaan Timur
Berbicara mengenai kepribadian bangsa timur kita pasti mengacu pada negara-negara yang ada di kawasan timur belahan bumi ini. Karakter atau ciri khas orang-orang timur biasanya dikenal sangat santun dan ramah. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang berlaku di dalam kehidupan mereka masing-masing. Maka dari itulah yang membedakan bangsa timur dengan bangsa barat.
Manusia mendiami wilayah yang berbeda, berada di lingkungan yang berbeda juga. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Namun secara garis besar terdapat tiga pembagian wilayah, yaitu : Barat, Timur Tengah, dan Timur.
Orang-orang timur mempunyai manner yang khas yang
membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan keramah tamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.
Contohnya saja nilai kesopanan. Di beberapa negara di Asia ada cara dimana kita harus menundukkan/membungkukkan badan 90 derajat pada orang yang lebih tua atau mempunyai kedudukan yang lebih tinggi secara finansial maupun pendidikannya untuk menunjukkan rasa hormat kita. Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun berpakaian. Orang-orang timur juga sangat mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan yang bersifat pribadi.
Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. Bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.
Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. Bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.
Salah satu contohnya yaitu pada Negara Indonesia yang termasuk dari Bangsa Timur.
Kita di Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain. Meskipun begitu, kebanyakan bangsa Timur masih tertinggal oleh bangsa Barat.
Negara Indonesia memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam bagian negara-negara yang ada dalam posisi benua asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran. Indonesia yang tergabung dari berbagai suku dan terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama. Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara barat, karena pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai dan gotong royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.
Perubahan Kebudayaan
Di zaman yang sekarang ini, Indonesia yang merupakan bangsa yang berkebudayaan Timur, telah bergeser kebudayaanya ke arah budaya Barat. Penyebab perubahan dalam kebudayaan antara lain adalah pengaruh globalisasi, modernisasi, konsumenrisme, media masa, kebudayaan dalam negeri, kebudayaan asing dan narkoba. Pengaruh yang disebabkan oleh globalisasi misalnya pada generasi muda di Yogyakarta yang sudah banyak mengenal internet yang cakupannya sudah luas. Banyak pengaruh dari luar yang langsung saja bisa diterima (yang buruk) yang tidak cocok dengan kebudayaan mereka. Jika mereka tidak bisa memilah maka mereka akan terbawa dampak negatif dari internet itu. Lalu modernisasi misalnya dilakukan pada orang-orang yang ingin membangun rumahnya tidak lagi meminta bantuan pada tetangga atau saudaranya melainkan pada ahlinya/arsitektur. Hal ini menunjukkan berpindahnya cara tradisional ke cara yang modern yang praktis. Kemudian Konsumerisme contohnya pada kenaikan jumlah mall di kota-kota besar. Generasi muda di perkotaan cenderung mengikuti mode-mode yang trendi dan mereka selalu ingin memenuhi keinginannya. Media masa contohnya, penyebaran melalui televisi sebagai sarana informasi serta hiburan bisa mendatangkan dampak buruk bagi pemikiran yang menonton televisi, karena di televisi juga memperkenalkan budaya lain yang mungkin tidak sesuai dengan budaya timur. Kebudayaan dalam negeri misalnya pada pendatang baru di suatu daerah dari wilayah lain di Indonesia. Lalu kebudayaan asing, kebudayaan dari negara-negara maju/barat, misalnya kalau menonton MTV Asia, musik pop dan film populer yang ditayangkan dengan kesan bahwa cara hidup ini adalah mewah, keren dan trendi. Kemudian narkoba, salah satu bahaya yang terbesar yang dapat merusak kebudayaan, bisa merusak generasi muda.
Kepribadian orang-orang timur yang kental, menjadi berubah atau memudar saat masuk era globalisasi. Sekarang tugasnya generasi muda lah untuk mampu memunculkan kepribadian itu. Kita boleh saja menerima pengaruh globalisasi dari bangsa barat tapi kita jangan biarkan pengaruh bangsa barat dapat berubah kebiasaan orang-orang timur. Kita harus dapat mengontrol dan memfilterisasi budaya atau apa saja yang bisa kita contoh dari budaya luar, dengan begitu kebudayaan dan keaslian bangsa timur masih bisa kita jaga dan pertahankan di era globalisasi ini.
7 unsur kebudayaan universal menurut C. Kluckhohn
Menurut C. Kluckhohn dinyatakan bahwa setiap kebudayaan memiliki tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :
1. Sistem religi dan upacara keagamaan merupakan produk manusia sebagai homo religius. Contoh: Penganut agama Hindu misalnya, akan rutin bersembahyang di Pura, penganut agama Islam akan rutin sholat di Masjid, penganut agama Kristen dan Katolik akan rutin beribadah di Gereja.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Contoh: Misalnya, orang Indonesia cenderung mengelompokkan masyarakatnya berdasarkan umur. Dalam kehidupan sehari-hari, tampak perlakuan yang cukup berbeda terhadap anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Anak-anak dan remaja Indonesia diajarkan untuk berlaku sopan dan menghormati orang yang lebih tua.
3. Sistem pengetahuan merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Contoh: Melalui penelitian, manusia memiliki banyak pengetahuan baru tentang kehidupan, misalnya tentang penyakit. Ketika mengidap penyakit tertentu yang telah diketahui sebab dan pengobatannya, maka seseorang tidak akan menunjukkan perilaku yang menggambarkan tingkat kekhawatiran yang tinggi lagi, dibanding ketika tidak ada pengetahuan yang cukup tentang penyakit yang dideritanya.
4. Sistem mata pencaharian hidup yang merupakan produk dari manusia sebagai homo economicus. contoh: Seperti suku Badui dalam. Dalam aktivitas sehari-hari, mereka masih memberlakukan barter dan menggunakan prinsip semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan tradisi.
5. Sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Contoh: Sebelum gadget berkembang begitu pesat seperti saat ini, orang-orang lebih sering saling bertemu untuk berbagi kisah atau untuk urusan-urusan komunikasi lain. Sementara saat ini, tanpa bertemu pun, orang-orang sudah dapat berkomunikasi dengan baik. Bahkan mirisnya adalah, saat ini, orang-orang tidak lagi begitu peduli dengan lingkungan “nyata”nya, mereka lebih sering berkutat dengan gadget mereka dan tenggelam dalam kesibukan di dunia “maya”.
6. Bahasa merupakan produk manusia sebagai homo languens. Contoh: Misalnya, pada masyarakat Sunda terdapat tingkatan bahasa berdasarkan kehalusan maknanya. Masyarakat Sunda menggunakan tingkatan yang berbeda ketika menghadapi lawan bicara berdasarkan tingkat usia dan keakraban hubungan. Hal ini tampak dari penggunaan bahasa yang mereka gunakan terhadap orang yang lebih tua, terhadap teman sebaya, terhadap orang yang dikenal akrab, dan terhadap orang asing.
7. Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus. Contoh: Kesenian Jepang “Oshibana” merupakan seni hias asal Jepang dengan menggunakan bahan daun atau bunga kering yang ditekan atau ditempel setelah dikeringkan. Esensi dari kerajinan ini adalah orang akan lebih teliti dan ulet, serta dapat mengubah sikap pengrajin menjadi lebih bijak secara filosofis. Jadi, hal ini juga dapat mempengaruhi tingkah laku bangsa Jepang. Ketika seseorang menjadi lebih bijak, maka ia akan lebih berhati-hati dalam menanggapi lawan bicaranya, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. Ia juga akan mampu berkomunikasi yang baik, yang sederhana, yang memudahkan lawan bicaranya untuk memahami apa yang ia sampaikan.
Karena sifat universalnya, suatu masyarakat se-primitif apa pun kebudayaannya, tetap memiliki ketujuh unsur budaya yang telah disebutkan. Yang membedakan hanya tingkat kompleksitasnya Semakin modern kebudayaan suatu masyarakat, maka tujuh unsur kebudayaan ini semakin berkembang. Keterkaitan satu sama lain juga makin rumit.
sumber:
https://zzzfadhlan.wordpress.com/2014/04/22/7-unsur-kebudayaan-universal-menurut-c-kluckhohn/
http://panjiapriyantooo.blogspot.co.id/2012/03/kebudayaan-timur.html