Selasa, 18 Oktober 2016

ILMU BUDAYA DASAR I

A.  Tujuan mempelajari ilmu budaya dasar menurut mahasiswa

Menurut saya, tujuan yang pertama dalam mempelajari ilmu budaya dasar adalah memperluas pandangan kita mengenai budaya itu sendiri, selama ini orang-orang awam menganggap kebudayaan pada umumnya berbentuk kesenian, seperti tarian, lukisan, musik, dan sebagainya, namun definisi sebenarnya dari sebuah budaya jauh lebih luas dari pada kesenian. Memang kesenian adalah salah satu bagian dari budaya suatu masyarakat, tapi menurut saya sendiri budaya adalah alat bagi individu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Tujuan yang kedua adalah memahami tentang budaya itu sendiri, bagaimana proses suatu budaya dapat membentuk individu yang berkaitan, bagaimana sebuah budaya dapat membentuk suatu masyarakat yang beragam, atau bagaimana proses budaya dapat mempengaruhi cara individu bersosialisasi. Karena budaya berkaitan erat dengan masyarakat, dan merupakan salah satu pembentuk karakteristik individu, maka penting bagi mahasiswa/i psikologi untuk mempelajari ilmu budaya dasar.





B. Budaya menurut para ahli


1. Soelaiman Soemardi & Selo Soemardjan menerangkan bahwa suatu kebudayaan merupakan buah atau hasil karya cipta & rasa masyarakat. Suatu kebudayaan memang mempunyai hubungan yang amat erat dengan perkembangan yang ada di masyarakat.


2. Menurut E.B. Taylor, Budaya ialah suatu keseluruhan yang kompleks meliputi kepercayaan, kesusilaan, seni, adat istiadat, hukum, kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang sering dipelajari oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat.


3. Menurut Jensen dan Trenholm, pengertian Budaya diartikan sebagai seperangkat norma, nilai, kepercayaan, adat-istiadat, aturan dan juga kode.


4. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


5. William H. Haviland mengatakan bahwa “ Kebudayaan merupakan seperangkat norma dan peraturan yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang apabila dilaksanakan anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan diterima semua masyarakat.






C. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur: ID, Ego, Super Ego


1. Sebagai gambaran umum, konsep id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang telah dimiliki sejak lahir. aspek kepribadian yang sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga id menjadi komponen utama kepribadian.


Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kepribadian yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan teori Id ialah refleks untuk berusaha untuk makan dan minum. Dimana ketika terjadi rasa lapar, efek yang terjadi pada tubuh yaitu timbulnya rasa lemas, sehingga dengan segera tubuh harus melakukan aktivitas makan dan minum yang secara tidak sadar dilakukan untuk mengatasi efek lapar tersebut. Melalui tindakan tersebut, secara otomatis tidak hanya rasa lapar tersebut dapat diredakan dan bahkan dapat dihilangkan tetapi juga rasa lemas itu pun dapat dihilangkan.


2. Sebagai gambaran umum, konsep ego adalah konsep yang mewakili logika dan yang dihubungkan dengan prinsip-prinsip realitas. Kalau Id tadi diterangkan sebagai sumber dari ketidaksadaran manusia, maka Ego menunjukkan sebaliknya ialah sumber rasa sadar.

Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kasus yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan konsep ego adalah memutuskan untuk melakukan tindakan yang tepat dalam menanggulangi rasa lapar tersebut, dengan berkomunikasi pada pihak yang bersangkutan maka ia akan memperoleh informasi, yang tentunya dapat memberikannya keyakinan untuk melakukan proses aktivitas selanjutnya. Misalnya bila dinilai lebih baik melakukan aktivitas pembelian karena dirasa lebih efisien, maka dilakukanlah aktivitas pembelian itu, sebagai respon untuk menanggulangi rasa lapar tersebut. Sehingga rasa lega akan tumbuh sebagai implikasi dari kebutuhan yang telah dipenuhi.


3. Super ego sebenarnya adalah kekuatan moral dari personalitas. Ia adalah sumber norma atau standar yang tidak sadar yang menilai dari semua aktivitas ego. Super ego menetapkan norma yang memungkinkan Ego memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Super ego membantu seseorang dengan menolong Ego melawan impuls Id.

Bertitik tumpu pada konsep diatas, maka contoh kepribadian yang saya jabarkan dalam hubungannya dengan konsep super ego adalah, lahirnya sebuah keyakinan karena aktivitas yang dilakukan sudah dirasa etis dan benar dan dapat diterima oleh masyarakat. Dalam kasus ini adalah ketika terjadi rasa lapar pada saat subjek tidak bisa membeli makanan, namun kemudian ada makanan milik orang lain yang terlihat oleh subjek, maka super ego akan bekerja dengan cara mempertanyakan kepemilikan makanan tersebut dahulu, namun pada kasus ini super ego akan selalu mendominasi, dan pada akhirnya subjek akan memilih aktivitas alternatif yang terbaik untuk menanggulangi rasa lapar tersebut, mengingat super ego lebih menekankan nilai-nilai moral yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar