I.
Arsitektur Komputer
Menurut Syafrizal (2005), arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan
struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Sora (2014), mengatakan bahwa arsitektur komputer adalah
dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara
interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat
menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan
juga target biayanya.
Arif (2019) menyatakan bahwa arsitektur komputer merujuk pada atribut sistem
yang visiable untuk programmer
atau dengan kata lain atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi
logis suatu program.
Pada prinsipnya sebuah sistem komputer terdiri dari
3 bagian utama, yaitu:
1.
CPU (Central Prosessing Unit) CPU merupakan bagian fungsional yang utama dari sebuah
sistem komputer, dapat dikatakan bahwa CPU merupakan otak dari sebuah komputer.
Di dalam CPU inilah semua kerja komputer dilakukan. Hal-hal yang perlu dilakukan
CPU adalah: Membaca, mengkodekan dan mengeksekusi instruksi program Mengirim data
dari dan ke memori, serta dari dan ke bagian input/output. Merespon interupsi dari
luar. Menyediakan block dan sinyal kontrol kepada sistem. Dalam melakukan hal-hal
di atas, jelas CPU perlu menyimpan data untuk sementara waktu. CPU perlu mengingat
lokasi instruksi terakhir sehingga CPU akan dapat mengambil instruksi berikutnya.
CPU perlu menyimpan instruksi dan data untuk sementara waktu pada saat instruksi
sedang dieksekusi. Dengan kata lain, CPU memerlukan memori internal berukuran kecil
yang disebut Register. Arithmetic and Logic Unit (ALU) berfungsi membentuk operasi-operasi
aritmatika dan logika terhadap data Register menyimpan data sementara dan hasil operasi
ALU. Control unit menghasilkan sinyal, yang akan mengontrol operasi ALU, dan pemindahan
data ke ALU atau dari ALU.
2.
Memori: Memori adalah bagian fungsional komputer yang berfungsi
untuk menyimpan program dan data.memori terbagi atas 2 bagian yaitu : – RAM (Random
Access Memory) RAM Adalah memori yang dapat dibaca atau ditulisi. Data dalam
sebuah RAM bersifat volatile, artinya data akan terhapus bila catu daya dihilangkan.
Karena sifat RAM yang volatile ini, maka program komputer tidak tersimpan di RAM.
RAM hanya digunakan untuk menyimpan data sementara, yang tidak begitu vital saal
aliran daya terputus. – ROM (Read Only Memory) ROM Adalah memori yang hanya
dapat dibaca. Data yang tersimpan dalam ROM bersifat non-volatile, artinya data
tidak akan terhapus meskipun catu daya terputus . Karena sifatnya yang demikian,
maka ROM dipergunakan untuk menyimpan program. Ada beberapa tipe ROM, diantaranya
ROM murni, PROM, dan EPROM. PROM (Programmable ROM) adalah ROM yang dapat diprogram
sendiri oleh pemakai.
3.
Input dan Output Untuk melakukan hubungan dengan piranti di luar sistem
komputer membutuhkan perantara I/O. Perangkat I/O sebagai jembatan penghubung antara
mikrokomputer dengan piranti di luar system dapat menerima data dari mikrokomputer
dan dapat pula memberi data ke mikrokomputer.
II.
Kognisi
Manusia
Anderson (1983) menyatakan
bahwa kognisi manusia memilih apa yang akan diproses. Dari alternatif-altenatif
yang tersedia, sistem kognisi manusia akan memilih untuk melakukan sesuatu dan tidak
melakukan yang lainnya. Misalnya, manusia hanya akan mempersepsi serta memperhatikan
sebagian dari lingkungannya, manusia hanya menentukan sejumlah tujuan yang ingin
dicapainya, dan ketika manusia berusaha mencapai tujuan, hanya beberapa cara yang
dipilihnya.
Solso (2008) mengungkapkan bahwa
kognisi adalah suatu proses mental dalam memecahkan sebuah permasalahan dan berfikir
kreatif. Selain itu struktur kognitif juga dapat disebut keseluruhan pengetahuan
yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian
alam. Dapat dikatakan bahwa setiap kejadian atau hal dilakukan manusia dalam keseharian
menggunakan proses kognisi.
Paivio
(dalam Susilana dan Riyana, 2009) menyatakan bahwa sistem kognisi manusia terdiri
dari dua sub sistem sistem verbal dan sistem gambar (visual).
Human Information Processing
info → panca indera→diolah→disimpan→ dipanggil
Cara berfikir manusia juga seperti proses kerja komputer,
yang terdiri dari :
Tahap 1 : memasukkan informasi (input).
Tahap 2 : pemprosesan informasi (storage)
Tahap 3 : pengeluaran informasi yang telah diolah (output)
berupa ide/perilaku
Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif,
antara lain yaitu:
1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang
terintegrasi
3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan
pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Tingkatan Kemampuan Kognisi Manusia menurut Bloom :
1. Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi
kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan,
pola, urutan, dll.
2. Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali
dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan,
peraturan, dsb.
3. Tingkat aplikasi (application level), di tingkat
ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus,
teori, dll di dalam kondisi kerja.
4. Tingkat analisis (analythical level), seseorang
akan mampu menganalisa informasi yang yang masuk dan menbagi-bagi atau menstrukturkan
informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya
dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang
rumit.
5. Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan
struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu
mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang
dibutuhkan.
6. Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan
untuk memberi penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan
kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai evektivitas atau
manfaatnya.
Aspek kognitif
1.
Kematangan : semakin
bertambahnya usia, maka semakin bijaksana seseorang.
2.
Pengalaman : hasil
interaksi dengan orang lain.
3.
Transmisi sosial :
hubungan sosial dan komunikasi yang sesuai dengan lingkungan.
4.
Equilibrasi : perpaduan dari pengalaman dan proses
transmisi sosial.
Ada 2 sistem yang mengatur kognitif :
1.
Skema : antar sistem
yang terpadu dan tergabung
2.
Adaptasi, terdiri dari
:
3.
Asimilasi : terjadi
pada objek yang meliputi biologis dan kognitif
4.
Akomodasi : terjadi
pada subjek
III.
Kesimpulan
Hubungan arsitektur komputer dengan
struktur kognisi manusia yaitu adanya kesamaan proses mulai dari input hingga output
pada sistem kognisi manusia dengan komputer.
Dalam struktur kognisi terdapat
hubungan antara proses mental yang terjadi dalam memecahkan masalah atau berfikir
kreatif yang dilakukan berdasarkan landasan dari pengetahuan sebelumnya serta pengalaman
yang ditafsirkan oleh sistem syaraf. Dan arsitektur komputer adalah ilmu, seni,
dan cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras dalam konsep perencanaan
dan struktur pengoperasian dasar dari sebuah sistem komputer untuk dapat menciptakan
sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja serta target, dimana
hal tersebut dilakukan oleh seorang programer.
Daftar Pustaka:
Anderson,
J. R. (1983). The architecture of cognition.
Cambridge : Harvard University Press, Massachusetts
Anonim. (2013). Pengertian lengkap organisasi
dan arsitektur komputer. http://tetap-belajar. blogspot.com/2013/07/pengertian-lengkap-organisasi-dan.html.
Diakses tanggal 11 Oktober 2019.
Arif, M. F. (2019). Arsitektur dan
organisasi komputer. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara
Media.
Susilana, R. dan Riyana, C (2009). Media pembelajaran. Bandung: CV Wacana
Prima.
Solso, M. (2008). Psikologi
kognitif. Jakarta : Erlangga
Sora, N. (2014). Pengertian arsitektur
secara lebih jelas. http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2019.
Syafrizal, M. (2005). Pengantar jaringan
komputer. Yogyakarta: Andi Offset.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar