Minggu, 06 Oktober 2019

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI 2


Informasi:
Haryadi (2009) mengungkapkan, informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan kejadian-kejadian nyata dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Raymond Mcleod (dalam Haryadi, 2009) menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima, dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan pada saat ini atau masa yang akan datang
Gordon B. Davis (dalam Hutahean, 2014) mendefinisikan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata, atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau kepututsan-keputusan yang akan datang.
Hutahean (2014) menyatakan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.
Anggraeni dan Irviani (2017) mengungkapkan bahwa informasi merupakan sekumpulan data atau fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima.

Sistem informasi:
Kusrini dan Koniyo (2007) mendefinisikan sistem informasi sebagai sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Haryadi (2009) menyatakan bahwa dalam suatu organisasi, sistem informasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi sebuat tingkatan jabatan kapan saja diperlukan.
Mcleod (dalam Haryadi, 2009) menyatakan bahwa sistem informasi merupakan sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Sutabri (2012) mendefinisikan sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung fungsi operasi organisasi, bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari sautu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Anggraeni dan Irviani (2017) mengungkapkan sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

Psikologi:
Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Wade dan Tavris (2007) mengemukakan bahwa psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.
Parnawi (2019) menyimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya,
Sarwono (dalam Parnawi, 2019) mendefinisikan psikologi dalam tiga definisi, pertama psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan, kedua psikologi adalah ilmu yang mempelajari hakikat manusia, ketiga psikologi adalah ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya.


Sistem Informasi Psikologi:
Berdasarkan definisi yang telah di uraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat kombinasi teratur antara manusia dan teknologi, sistem tersebut dapat digunakan untuk mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga dapat diperoleh informasi mengenai keadaan psikologis penggunanya, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil keputusan terkait keadaan psikologis pengguna baik pada saat ini atau di masa mendatang.



Sumber Referensi:
Anggraeni, E. Y., & Irviani, R. (2017). Pengantar sistem informasi. Yogyakarta: ANDI.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah. Jakarta: Universitas         Gunadarma.
Haryadi, H. (2009). Administrasi perkantoran untuk manajer & staf. Jakarta: Visimedia.
Hutahean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntunan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft SQL server. Yogyakarta: ANDI.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar. Yogyakarta: Deepublish.
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: ANDI.
Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar