Informasi:
Haryadi (2009) mengungkapkan,
informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan
kejadian-kejadian nyata dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Raymond Mcleod (dalam
Haryadi, 2009) menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi
bentuk yang memiliki arti bagi si penerima, dan bermanfaat bagi pengambilan
keputusan pada saat ini atau masa yang akan datang
Gordon B. Davis (dalam
Hutahean, 2014) mendefinisikan bahwa informasi adalah data yang telah diolah
menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata,
atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau
kepututsan-keputusan yang akan datang.
Hutahean (2014)
menyatakan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.
Anggraeni dan Irviani (2017)
mengungkapkan bahwa informasi merupakan sekumpulan data atau fakta yang
diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi
penerima.
Sistem informasi:
Kusrini dan Koniyo (2007)
mendefinisikan sistem informasi sebagai sistem yang terdiri atas rangkaian
subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan.
Haryadi (2009) menyatakan
bahwa dalam suatu organisasi, sistem informasi dapat dikatakan sebagai suatu
sistem yang menyediakan informasi bagi sebuat tingkatan jabatan kapan saja
diperlukan.
Mcleod (dalam Haryadi,
2009) menyatakan bahwa sistem informasi merupakan sistem yang memiliki kemampuan
untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media
untuk menampilkan informasi.
Sutabri (2012)
mendefinisikan sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung fungsi
operasi organisasi, bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari sautu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Anggraeni dan Irviani (2017)
mengungkapkan sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari
orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang
mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Psikologi:
Menurut Muhibbinsyah
(2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka
dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam
hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang
bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain
sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan,
berperasaan dan lain sebagainya.
Wade dan Tavris (2007)
mengemukakan bahwa psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada
perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses
mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Menurut Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku,
sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif,
& emosional.
Parnawi (2019) menyimpulkan
bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam
interaksi dengan lingkungannya,
Sarwono (dalam Parnawi, 2019)
mendefinisikan psikologi dalam tiga definisi, pertama psikologi adalah ilmu
yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan, kedua psikologi adalah ilmu
yang mempelajari hakikat manusia, ketiga psikologi adalah ilmu yang mempelajari
respon yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya.
Sistem Informasi Psikologi:
Berdasarkan definisi yang
telah di uraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi
merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat kombinasi teratur antara
manusia dan teknologi, sistem tersebut dapat digunakan untuk mengolah data
mengenai perilaku manusia sehingga dapat diperoleh informasi mengenai keadaan
psikologis penggunanya, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil
keputusan terkait keadaan psikologis pengguna baik pada saat ini atau di masa
mendatang.
Sumber Referensi:
Anggraeni, E. Y., & Irviani, R. (2017). Pengantar
sistem informasi. Yogyakarta: ANDI.
Basuki, H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah.
Jakarta: Universitas Gunadarma.
Haryadi, H. (2009). Administrasi perkantoran untuk
manajer & staf. Jakarta: Visimedia.
Hutahean, J. (2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish.
Kusrini., & Koniyo, A. (2007). Tuntunan praktis
membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft SQL
server. Yogyakarta: ANDI.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan
dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Parnawi, A. (2019). Psikologi belajar.
Yogyakarta: Deepublish.
Sutabri, T. (2012). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: ANDI.
Wade, C. & Tavris, C. (2007). Psikologi.
Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar