Senin, 28 Oktober 2019

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI 5



A.    PENDAHULUAN
Penggunaan program komputer untuk pengolahan informasi sudah digunakan sejak tahun 1954 ketika satu program komputer disusun untuk mengolah bidang akuntansi, untuk mengolah daftar gaji dan program ini disebut program data akuntansi. Aplikasi tersebut kemudian diikuti untuk mengolah program lainnya yaitu sistem informasi manajemen, sistem pembuat keputusan, automatisasi kantor, dan sisitem pakar. Kelima aplikasi inilah yang termasuk CBIS/ Sitem informasi berbasis komputer.
Perusahaan mengadakan pengkhususan informasi dalam organisasi untuk memberikan keahlian kepada pegawainya dalam mengembangkan sistem berbasis komputer. keahlian ini nantinya akan diharapkan melahirkan para spesialis atau ahli khusus yang terdiri atas para analis sistem (system analist), para pengatur basis data (data base administrator), ahli-ahli jaringan (network specialist), para pemrogram (programmers) dan para pelaksana (operators).

B.     SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (C.B.I.S)
Sistem informasi berbasis komputer (CBIS) mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Diharapkan dengan CBIS dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari sistem informasi dalam pengendalian manajemen organisasi, yaitu:
1.      Penghematan waktu (time saving).
2.      Penghematan biaya (cost saving).
3.      Peningkatan efektifitas (effectiveness)
4.      Pengembangan teknologi (technology development)
5.      Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development).




Kunci dari CBIS adalah sistem komputer, dan sistem informasi serta yang memanfaatkan CBIS adalah user yang bertindak sebagai sistem manajemen, sehingga istilah-istilah yang terkait dalam CBIS antara lain:
1.      Sistem Komputer (Computer System), meliputi:
– Hardware
– Software
– Brainware
2.      Sistem Informasi (Information System), meliputi:
– Input
– Model
– Output
– Database Technology
– Kontrol
3.      Sistem Manajemen (Management System), meliputi:
– Functional Management
– Level Management
 
C.    FUNGSI CBIS
  1. Mendapatkan, mengumpulkan, mengolah, mendistribusikan dan menyimpan informasi,
  2. Memanage dan menggunakan informasi sebagai pengambilan keputusan,
  3. Memecahkan masalah terstruktur/program bagi kalangan manager,
  4. Pembuatan dan pengolahan laporan, pembedayaan komunikasi aktivitas organisasi,
  5. Kecanggihan sistem, sehingga meniru kecedasan manusia
  
D.     PENGGUNAAN/PENERAPAN CBIS
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka pada pengembangan sistem berbasis komputer, tetapi pada akhirnya user juga yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem tersebut. User dalam hal ini adalah manajer. Jadi, tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.
Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup sistem dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Dalam tahap penggunaan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Saat CBIS sudah tidak mampu lagi menyediakan dukungan yang diharapkan, maka manajer harus mampu membuat keputusan untuk pembuatan CBIS baru yang lebih handal.


Peran yang dilakukan manajer dan spesialis informasi selama sistem siklus hidup berlangsung

E.    JENIS C.B.I.S
Jenis/model dari CBIS, seperti tampak dalam tabel dibawah sebagai berikut


F.    SEJARAH EVOLUSI C.B.I.S
Usaha penerapan komputer dalam berbagai bidang terus berkembang sesuai perkembangan telekomunikasi dan teknologi informasi. Tahapan perkembangan tersebut atau disebut sebaga evolusi dari CBIS, adalah sebagai berikut:
1.      Fokus awal pada data(electronic data processing – EDP)
Awalnya, penggunaan komputer terfokus pada data, kemudian muncul penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Perusahaan-perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya.
Sehingga dulu komputer generasi pertama digunakan untuk hal yang terbatas pada aplikasi akuntansi. Nama yang diberikan untuk aplikasi awal ini adalah Electronic Data Processing (EDP)/ Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
2.      Fokus baru pada informasi (SIM)
Konsep penggunaan komputer sebagai SIM mulai dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan yang ada. Namum ada beberapa penyebab kurangnya hasil yang aktual dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang komputer diantara para pemakai, kurangnya pengertian bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajer.
3.      Fokus revisi pada pendukung keputusan (DSS)
Mulai diterapkannya sistem pendukung keputusan/ decision support systems/DSS yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.
Pengertian sistem pendukung keputusan yang dikemukan oleh Michael S Scott Morton dan Peter G W Keen, dalam buku Sistem Informasi Manajemen  menyatakan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah yang harus dibuat oleh manajer.
Raymond McLeod mendefinisikan sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
Menurut Litlle sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model.
Berdasarkan pengertian para tokoh diatas dapat dijelaskan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan yang ditujukkan untuk membantu memecahkan suatu masalah. Jadi, sistem pendukung keputusan bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu mengambil keputusan.
Tujuan Sistem Pendukung Keputusan
Tujuan Sistem Pendukung Keputusan yang dikemukakan oleh Keen dan Scott dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 1998 dalam Luky Paramadina) mempunyai tiga tujuan yang akan dicapai yaitu, sebagai berikut:
o   Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semiterstruktur.
o   Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
o   Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer daripada efisiensinya.
Komponen Sistem Pengambilan Keputusan
Secara garis besar Sistem Pendukung Keputusan (DSS) dibangun oleh 3 komponen, yaitu:
·     Database
Adalah kumpulan semua data yang dimiliki oleh perusahaan, baik data dasar maupun transaksi sehari-hari.
·     Model Base
Adalah suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif.
·     Software System
Adalah paduan dua komponen sebelumnya setelah sebelumnya direpresentasikan ke dalam bentuk model yang dimengerti oleh sistem komputer. Produk Sistem Pendukung Keputusan yang baru adalah DGMS (Dialog Generation and Management System), yang merupakan suatu sistem untuk memungkinkan terjadinya dialog interaktif antara komputer dan manusia (user).
Karakteristik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan

Fase-fase Proses Pengambilan Keputusan
Menurut Simon, proses pengambilan keputusan meliputi tiga fase utama yaitu inteligensi, desain, dan kriteria. Ia Kemudian menambahkan fase keempat yakni  implementasi (Turban dalam Repository USU). Gambaran konseptual pengambilan keputusan menurut Simon dapat dilihat pada gambar di bawah ini:


Contoh Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan
§  Institutional DSS digunakan untuk perancangan strategi perusahaan 4
§  Ad hoc DSS digunakan untuk masalah institusi tertentu
§  Industrial DSS digunakan untuk airline DSS, Real Estate DSS
§  GIS (Geographic Informational System) adalah DSS yang mendukung keputusan mencakup distribusi geografis dari sumberdaya.
Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
a.    Mampu mendukung solusi masalah yang rumit
b.    Mempunyai respon yang cepat dan memungkinkan mengubah scenario masalah untuk mendapatkan solusi
c.    Mampu mencoba beberapa strategi dalam konfigurasi yang berbeda-beda secara cepat
d.    Memberikan pandangan baru dalam proses belajar
e.    Mempunyai fasilitas komunikasi
f.     Memperbaiki kendali dan performansi manajemen
g.    Penghematan (dari keputusan yang keliru)
h.    Keputusan yang obyektif dan konsisten
i.      Meningkatkan efektifitas manajemen
j.      Meningkatkan produktifitas analisis pangambilan keputusan
4.      Fokus sekarang pada komunikasi(AO)
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation/OA. OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaaan alat-alat elektronik. OA dimulai tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic tape/Selectric typewriter(MT/ST) yaitu mesin tik yang dapat mengetik katakata yang telah terekam dalam pita magnetik. Operasi pengetikan otomatis ini mengarah pada aplikasi AO yang disebut pengolahan data (word processing).
5.      Fokus potensial pada konsultasi/sistem pakar (AI/ES)
Ditandai dengan berkembangnya salah satu sistem komputer yang merupakan adaptasi dari penalaran logis manusia yakni AI (Artificial Intelligence). Yang kini tengah mendapat perhatian dari banyak kalangan yang merupakan bagian khusus dari AI yakni Sistem Pakar (Expert System)yaitu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang
Sistem Pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas Artificial Intelligence (AI) pada tahun 1960-an. Sistem Pakar yang pertama kali adalah GPS (General Purpose Problem Solver) yang dikembangkan oleh Newel Simon. Menurut Efraim Turban, Sistem Pakar harus mengandung keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan.
Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer. Pengetahuan dalam sistem pakar diambil dari manusia yang ahli (yang pakar) dalam domain tersebut, dan sistem pakar menirukan metodologi serta kinerjanya. Perlu diketahui bahwa sistem pakar tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar, melainkan memasyarakatkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut, sehingga komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli (pakar).
Sistem pakar adalah bagian dari kecerdasan buatan yang berisi kombinasi pemahaman teoritis tentang suatu persoalan dan sekumpulan aturan pemecahan heuristik yang dikembangkan oleh manusia untuk dapat memecahkan masalah.
Sistem pakar merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah yang biasanya diselesaikan oleh seorang pakar. Aturan-aturan di dalamnya memberitahu program bagaimana ia memberlakukan informasi-informasi yangtersimpan. Berdasarkan itu program memberikan solusi-solusi atau bantuan pengambilan keputusan mengenai permasalahan tertentu, mirip dengan saran seorang pakar.
Ciri-ciri Sistem Pakar
Sistem Pakar bisa disebut sebagai sistem yang ideal jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.    Terbuka untuk diperiksa
Hal ini penting untuk mempermudah penambahan sejumlah informasi atau aturan baru untuk memperbaharui basis pengetahuannya dalam rangka mengembangkan kinerjanya, memuaskan user akan kebenaran jawaban yang diberikan oleh sistem pakar, dan setiap keputusan yang diambil untuk mendapatkan solusi dapat dievaluasi dengan baik.
2.    Mudah dimodifikasi
3.    Fasilitas penalaran/ penjelasan
Adanya fasilitas penalaran membuat sistem pakar dapat memberikan informasi tentang kesimpulan yang diambil komputer dan memperlihatkan kaidah-kaidah yang dipergunakan.

G.    Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.
Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

Contoh Aplikasi AI:
1.      Visualisasi komputer → Kecerdasan buatan pada bidang visualisasi komputer ini memungkinkan sebuah sistem komputer mengenali gambar sebagai input. Contoh: mengenali pola pada gambar.
2.      Pengenalan Suara → Kecerdasan buatan pada pengenalan suara ini dapat mengenali suara manusia. Cara mengenali suara ini dengan mencocokannya pada acuan yang telah diprogramkan terlebih dahulu. Contoh : perintah komputer dengan menggunakan suara user.
3.      Sistem Pakar → Kecerdasan buatan pada sistem pakar ini memungkinkan sebuah sistem komputer memiliki cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan, untuk memecahkan masalah yang ada pada saat itu. Contoh : program komputer yang dapat mendiagnosa penyakit dengan memasukan gejala-gejala apa saja yang dialami pasien.
4.      Permainan → Kecerdasan buatan pada permainan ini memungkinkan sebuah sistem komputer untuk memiliki cara berpikir manusia dalam bermain. Contoh : permainan yang memiliki fasilitas orang melawan komputer. Komputer sudah di program sedemikian rupa agar memiliki cara bermain seperti seorang manusia bahkan bisa melebihi seorang manusia.
5.      Robot Eliza → Robot Eliza memiliki pengetahuan dari berbagai pakar (ahli) psikologi, sehingga robot ini mampu memberi nasehat pada orang yang memiliki masalah, mampu mengetahui diagnosa dari gangguan-gangguan yang dialami oleh seseorang, bagaimana menanganinya, apa saran yang seharusnya diberikan, dan sebagainya. Robot Eliza dibuat seperti layaknya seorang konselor yang memberikan konseling pada orang-orang yang memiliki masalah. Robot ini dibuat dengan memahami terlebih dahulu bagaimana proses yang ada di otak manusia, cara kerja otak, struktur otak, dan bagaimana otak memproses informasi, kemudian dimasukan pengetahuan dari para ahli psikologi, sehingga robot Eliza mampu memecahkan masalah sendiri, membuat keputusan, dan yang terpenting dapat bekerja untuk manusia.

H.    Hubungan CBIS dengan Artificial Intelligence
Berdasarkan pemaparan mengenai CBIS dan AI diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan atau hubungan diantaranya. Sistem Pakar (ES) dan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) merupakan bagian dari Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS), dan sistem yang digunakan dalam bidang studi Kecerdasan Manusia (AI) untuk salah satunya membuat robot yang cerdas, yang mampu menyelesaikan masalah seperti layaknya pakar (ahli) dan mampu mengambil keputusan sendiri. Maka dapat dikatakan bahwa komponen/ subsistem CBIS digunakan oleh bidang studi AI untuk membuat aplikasi yang cerdas, secerdas otak manusia. Maka dari itu, sangat erat kaitan antara CBIS dan AI.
Seperti yang telah dipaparkan, bahwa aplikasi dari AI maupun CBIS adalah sebagai bentuk keinginan untuk menciptakan mesin yang cerdas, layaknya manusia yang mampu berpikir dan bertindak rasional, sehingga diharapkan mesin tersebut mampu membantu dan mempermudah aktivitas manusia sehari-hari. Keterkaitan antara CBIS dan AI sangatlah erat, karena ketika AI tidak memiliki Sistem Pakar dan Sistem Pendukung Keputusan maka harapannya untuk menciptakan mesin yang cerdas tidak akan tercapai. Sebuah mesin tanpa adanya pengetahuan pakar (ahli) dan tanpa kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri tidak bisa digolongkan sebagai mesin yang cerdas.
Berdasarkan contoh aplikasi dalam bidang AI terlihat bahwa terdapat keterkaitan atau titik temu antara bidang ilmu psikologi dengan komputer. Salah satu cabang dari bidang ilmu psikologi, yaitu Psikologi Kognitif Sains (yang mempelajari otak, pikiran dan intelegensi) merupakan disiplin ilmu yang menjembatani ilmu-ilmu lain, salah satunya adalah Kecerdasan Buatan (AI). Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa dengan mempelajari dan memahami bagaimana kompleksnya otak manusia, bagaimana cara kerja, struktur dan proses dari otak manusia, maka tidak dipungkiri akan terciptanya mesin yang ‘cerdas’ yang memiliki cara kerja seperti layaknya otak manusia.


DAFTAR PUSTAKA:
Anonim. (2016). Sistem informasi berbasis komputer cbis. https://goindoti.blogspot.com/2016 /08/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis.html. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Anonim. (2018). Sistem informasi berbasis komputer computer based information system. https://mthand.wordpress.com/2018/04/16/sistem-informasi-berbasis-komputer-computer-based-information-system/. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Arsita, S. (2013). Sistem informasi berbasis komputer. https://sindyarsita.wordpress.com/2013 /11/11/sistem-informasi-berbasis-komputer/. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Larassati, L.M. (2013). Computer based information system cbis.  http://xihuanpsychology .blogspot.com/2013/11/computer-based-information-system-cbis.html. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Pratiwi, D.L. (2015). Sip cbis computer based information system. https://purpledimesiongirls. wordpress.com/2015/11/09/sip-cbis-computer-based-information-system/. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Suryanto, A. (2017). Sistem informasi berbasis komputer cbis. https://aldiyansahblog.word press.com/2017/10/11/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis/. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar